Sisi Gelap Pasar Terapung: Patroli Air Amankan Jalur Perdagangan

Pasar Terapung di Banjarmasin adalah ikon wisata yang indah, namun di balik keramaian perahu-perahu tradisional, terdapat Sisi Gelap Pasar yang menjadi perhatian serius kepolisian perairan. Jalur sungai yang padat sering kali dimanfaatkan oleh pelaku kriminal untuk melakukan transaksi barang ilegal, mulai dari penyalahgunaan narkoba hingga penyelundupan bahan bakar minyak (BBM). Polisi Banjarmasin kini mengintensifkan patroli air menggunakan speedboat untuk memantau pergerakan kapal-kapal yang mencurigakan di sepanjang sungai Barito dan Martapura guna menjaga kelancaran perdagangan rakyat.

Tantangan dalam menangani Sisi Gelap Pasar terapung adalah kondisi geografis yang luas dan banyaknya percabangan sungai kecil yang bisa dijadikan tempat persembunyian. Pelaku sering kali menggunakan perahu nelayan yang dimodifikasi untuk mengangkut barang selundupan di tengah malam saat pengawasan menurun. Polisi tidak hanya fokus pada penangkapan, tetapi juga melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan dokumen pelayaran dan standar keselamatan kapal. Hal ini dilakukan karena kelebihan muatan sering kali memicu kecelakaan air yang dapat merugikan keselamatan para pedagang kecil dan wisatawan.

Fenomena Sisi Gelap Pasar juga mencakup praktik premanisme di pelabuhan-pelabuhan rakyat yang memungut biaya tidak resmi kepada para pedagang. Polisi melakukan pendekatan persuasif sekaligus tindakan represif untuk membersihkan jalur sungai dari segala bentuk pungutan liar. Keamanan di sungai adalah kunci agar ekonomi masyarakat bawah di Banjarmasin tetap berputar dengan sehat. Dengan adanya pos polisi perairan yang siaga 24 jam, para pedagang kini merasa lebih tenang saat membawa hasil bumi mereka dari pedalaman menuju pasar terapung di pagi buta tanpa takut dibegal di tengah sungai.

Kesadaran masyarakat bantaran sungai untuk melaporkan aktivitas mencurigakan sangat membantu dalam menguak Sisi Gelap Pasar ini. Polisi Banjarmasin terus menjalin kemitraan dengan komunitas motor klotok (perahu kayu) agar mereka menjadi “mata dan telinga” bagi aparat penegak hukum. Dengan sinergi yang kuat, keindahan Pasar Terapung akan tetap terjaga sebagai warisan budaya bangsa, tanpa dicemari oleh praktik kriminalitas yang merugikan. Sungai Barito diharapkan menjadi jalur perdagangan yang aman dan makmur bagi seluruh warga Kalimantan Selatan, terbebas dari pengaruh negatif oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Tulisan ini dipublikasikan di berita, Polisi. Tandai permalink.