Keamanan ruang publik bagi perempuan merupakan salah satu indikator kemajuan sebuah kota modern. Menyadari hal tersebut, Polres Banjarmasin meluncurkan sebuah inisiatif ambisius bertajuk Safe City. Program ini dirancang secara sistematis untuk menjawab kekhawatiran masyarakat, khususnya kaum hawa, saat harus melakukan mobilitas di luar rumah setelah matahari terbenam. Melalui berbagai penguatan infrastruktur keamanan dan pengerahan personel yang lebih intensif, kepolisian setempat berupaya untuk memberikan jamin keamanan bagi setiap wanita agar tetap merasa tenang dan terlindungi saat beraktivitas di malam hari di seluruh penjuru Kota Seribu Sungai.
Langkah awal dari program Safe City ini adalah melakukan pemetaan titik-titik rawan tindak kriminalitas dan pelecehan di ruang publik. Polres Banjarmasin bekerja sama dengan pemerintah kota untuk memastikan bahwa area-area seperti terminal, taman kota, hingga gang-gang pemukiman memiliki penerangan yang memadai. Namun, teknologi menjadi ujung tombak utama dalam memberikan jamin keamanan. Polisi telah memasang ratusan kamera pengawas (CCTV) yang dilengkapi dengan teknologi pengenal wajah dan pendeteksi gerakan mencurigakan. Setiap data dari kamera tersebut terhubung langsung ke Pusat Komando Polres, sehingga respon terhadap situasi darurat dapat dilakukan hanya dalam hitungan menit.
Bagi wanita yang harus beraktivitas di malam hari, seperti pekerja sif malam atau mahasiswi, Polres Banjarmasin juga menyediakan fitur “Panic Button” dalam aplikasi seluler resmi mereka. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengirimkan sinyal darurat beserta lokasi koordinat GPS mereka secara real-time jika merasa terancam atau sedang diikuti oleh orang tak dikenal. Kehadiran inovasi digital ini memberikan rasa aman tambahan, karena setiap sinyal yang masuk akan langsung direspon oleh tim patroli reaksi cepat yang tersebar di berbagai sektor. Inilah komitmen nyata kepolisian dalam menciptakan ekosistem Safe City yang inklusif dan responsif.
Selain dukungan teknologi, kehadiran fisik personel kepolisian di lapangan juga diperkuat melalui patroli jalan kaki dan sepeda motor yang lebih rutin. Di bawah program Safe City, personel polisi wanita (Polwan) turut dikerahkan secara aktif dalam patroli malam untuk memberikan pendekatan yang lebih humanis dan nyaman bagi para wanita yang ditemui di jalan. Upaya memberikan jamin keamanan ini tidak hanya bertujuan untuk menangkap pelaku kejahatan, tetapi juga untuk memberikan rasa tenang secara psikologis kepada masyarakat. Dengan adanya kehadiran polisi yang terlihat dan mudah dijangkau, niat para pelaku kejahatan untuk beraksi saat masyarakat sedang beraktivitas di malam hari dapat diredam secara efektif.