Aksi balap liar yang kerap dilakukan oleh sekelompok remaja di jalanan Kota Banjarmasin menjadi perhatian serius bagi aparat kepolisian setempat. Selain membahayakan diri sendiri, perilaku ini juga mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya dan sangat mengganggu ketertiban umum. Menindaklanjuti keresahan warga, Polres Banjarmasin mengambil langkah preventif dengan melakukan program pembinaan khusus bagi para remaja yang terjaring dalam aksi balap liar. Alih-alih hanya memberikan sanksi tilang, kepolisian mengedepankan pendekatan persuasif agar mereka sadar akan bahaya yang ditimbulkan.
Pembinaan ini dilakukan dengan melibatkan tokoh masyarakat dan orang tua para remaja tersebut. Di kantor polisi, para pelaku balap liar diberikan pengarahan mengenai resiko kecelakaan fatal yang bisa menyebabkan cacat permanen atau hilangnya nyawa. Mereka dipaparkan data statistik kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pemuda, guna memberikan gambaran nyata bahwa jalan raya bukanlah tempat untuk mencari popularitas dengan cara yang membahayakan. Pendekatan “tobat” ini ditujukan untuk merangkul mereka agar menyalurkan energi dan minat di bidang otomotif ke tempat yang legal dan aman.
Polres Banjarmasin menyediakan ruang diskusi bagi para remaja ini untuk menyampaikan aspirasi mereka. Seringkali, balap liar dilakukan karena minimnya fasilitas bagi anak muda untuk menyalurkan hobi balap yang sah. Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian berkoordinasi dengan komunitas otomotif lokal untuk memberikan wadah bimbingan yang terstruktur. Jika mereka memiliki bakat di dunia balap, pihak kepolisian justru mendorong mereka untuk bergabung dalam kejuaraan resmi yang tersertifikasi, di mana keselamatan dan aturan standar tetap dijunjung tinggi.
Pembinaan ini tidak berhenti pada sesi pengarahan saja, tetapi juga melibatkan pendampingan psikologis. Banyak dari pelaku balap liar yang terjebak dalam pergaulan yang salah atau kurangnya perhatian dari lingkungan terdekat. Oleh karena itu, kehadiran polisi dalam program ini diharapkan mampu menjadi sosok pembimbing yang memberikan arah positif bagi masa depan mereka. Disiplin, tanggung jawab, dan kepatuhan pada aturan lalu lintas adalah nilai-nilai utama yang ditekankan kepada para remaja agar mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik.
Selain itu, orang tua diminta untuk lebih aktif memantau aktivitas anak-anak mereka di luar rumah. Dukungan keluarga merupakan faktor terbesar dalam mencegah anak-anak kembali terjun ke dunia balap liar. Polres Banjarmasin terus menegaskan bahwa pihak kepolisian akan tetap bertindak tegas jika ditemukan adanya tindakan berulang yang membahayakan orang lain. Namun, prioritas utama tetaplah pada upaya edukasi dan rehabilitasi perilaku agar potensi anak muda di Banjarmasin bisa dioptimalkan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.