Sisi humanis kepolisian sering kali muncul di tengah tugas-tugas penegakan hukum yang tegas. Di Banjarmasin, sebuah gerakan sosial yang menyentuh hati masyarakat luas kini menjadi agenda rutin melalui program Polisi Penolong. Program ini merupakan bentuk kepedulian nyata dari aparat terhadap kelompok masyarakat yang paling rentan, yakni para tuna wisma dan mereka yang hidup di jalanan tanpa perlindungan. Melalui aksi Polres Bjm, kepolisian tidak hanya melakukan penertiban secara fisik, melainkan melakukan pendekatan persuasif yang bertujuan untuk mengangkat derajat hidup para warga yang kurang beruntung ini melalui solusi jangka panjang.
Kolaborasi ini menjadi semakin efektif berkat adanya kerjasama Dinsos (Dinas Sosial) setempat. Jika biasanya penanganan masalah sosial dilakukan secara parsial, kini kepolisian dan otoritas sosial bergerak bersama dalam satu tim terpadu. Fokus utama dari kegiatan ini adalah untuk bantu gelandangan mendapatkan hak-hak dasar mereka, mulai dari akses kesehatan, identitas kependudukan, hingga tempat tinggal yang layak di rumah singgah milik pemerintah. Dalam program Polisi Penolong, para petugas tidak ragu untuk turun langsung ke kolong jembatan, pasar, dan emperan toko pada malam hari untuk memberikan bantuan logistik mendesak sembari melakukan pendataan menyeluruh.
Pihak Polres Bjm menyadari bahwa fenomena warga jalanan sering kali berkaitan dengan masalah kemiskinan sistemik dan kesehatan mental. Oleh karena itu, dalam aksi Polres Bjm, disertakan pula tim dokkes (dokter kesehatan) untuk melakukan pemeriksaan medis secara gratis di lokasi. Dukungan dari kerjasama Dinsos memastikan bahwa mereka yang membutuhkan perawatan intensif atau pemulihan psikososial akan segera mendapatkan tempat di panti rehabilitasi yang sesuai. Upaya untuk bantu gelandangan ini dilakukan dengan sangat manusiawi tanpa kekerasan, mengedepankan dialog agar mereka merasa dianggap kembali sebagai bagian dari masyarakat yang bermartabat.
Program Polisi Penolong ini juga bertujuan untuk menekan angka kriminalitas yang sering kali dipicu oleh kondisi ekonomi yang mendesak di jalanan. Dengan memberikan solusi berupa pelatihan kerja dan penyaluran bantuan modal usaha mikro, banyak dari mereka yang sebelumnya hidup berpindah-pindah kini mulai memiliki harapan untuk hidup mandiri. Melalui aksi Polres Bjm, masyarakat diajak untuk turut serta memberikan informasi jika melihat warga yang telantar agar dapat segera ditangani oleh tim terpadu. Sinergi dengan kerjasama Dinsos menjamin keberlanjutan program ini, sehingga warga yang telah dibantu tidak kembali lagi ke jalanan setelah mendapatkan pembinaan.