Bengkulu – Polisi Bengkulu berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan menangkap sejumlah pelaku, yang salah satunya ternyata merupakan seorang calon siswa (casis) anggota Polri. Lebih mengejutkan lagi, casis berinisial DE (20) tersebut diduga terlibat dalam enam aksi pencurian motor di wilayah Kota Bengkulu. Penangkapan ini tentu mengejutkan dan menjadi perhatian serius terkait proses rekrutmen anggota kepolisian.
Pengungkapan kasus ini bermula dari serangkaian laporan masyarakat terkait maraknya aksi curanmor di wilayah Bengkulu. Tim Reserse Kriminal Polda Bengkulu kemudian melakukan penyelidikan intensif dan berhasil mengidentifikasi serta menangkap beberapa anggota komplotan. Ironisnya, salah satu pelaku yang diamankan diketahui tengah mengikuti seleksi penerimaan calon anggota Polri tahun 2025. DE ditangkap di kediamannya di kawasan Kelurahan Surabaya, Kecamatan Sungai Serut.
“Kami sangat prihatin dengan adanya keterlibatan seorang calon siswa Polri dalam kasus curanmor ini. Tindakan ini sangat mencoreng nama baik institusi kepolisian,” tegas Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polisi Bengkulu, Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif. Pihak kepolisian memastikan akan memproses hukum para pelaku sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain DE, polisi juga mengamankan dua tersangka lain, yaitu RA (20) dan AK (19).
Penangkapan casis Polri ini menimbulkan pertanyaan mengenai proses seleksi yang ketat selama ini. Polda Bengkulu menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme rekrutmen untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Integritas dan rekam jejak calon anggota Polri menjadi prioritas utama dalam upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Kasus ini menjadi peringatan bagi semua pihak, terutama para calon anggota Polri, untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan menghindari tindakan kriminal. Polda Bengkulu mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. Proses hukum akan berjalan transparan dan profesional.
Polda Bengkulu juga akan mendalami lebih lanjut motif keterlibatan DE dalam serangkaian aksi curanmor ini, mengingat statusnya sebagai calon penegak hukum. Masyarakat menanti hasil investigasi yang komprehensif dan berharap kejadian ini tidak terulang di masa mendatang.