Polres Banjarmasin secara tegas menetapkan target yang sangat ambisius dalam upaya menjaga keamanan wilayah: mencapai Zero Curanmor pada tahun 2026. Target ini diumumkan seiring dengan komitmen berkelanjutan dalam program penurunan angka kriminalitas di ibu kota provinsi Kalimantan Selatan. Visi ini menunjukkan keseriusan penuh aparat dalam melayani masyarakat.
Meskipun Zero Curanmor merupakan target ideal, Polres Banjarmasin percaya bahwa dengan strategi yang tepat, angka kejahatan ini dapat ditekan hingga batas terendah. Kejahatan Curanmor menjadi fokus utama karena dampaknya yang signifikan terhadap keresahan publik.
Strategi Komprehensif Penurunan Angka Kriminalitas
Untuk mencapai Penurunan Angka Kriminalitas 2026, Polres Banjarmasin mengimplementasikan strategi komprehensif yang melibatkan tiga pilar utama: preventif, represif, dan edukatif. Tindakan preventif ditingkatkan melalui patroli malam yang lebih intensif di area rawan. Pemasangan CCTV cerdas juga diperluas.
Aspek represif mencakup penindakan tegas terhadap pelaku dan sindikat Curanmor, termasuk para penadah. Selain itu, upaya edukatif terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengamanan kendaraan. Polres Banjarmasin bertekad membuat Banjarmasin sangat aman.
Pemanfaatan Teknologi untuk Deteksi Dini
Mencapai Zero Curanmor pada tahun 2026 membutuhkan pemanfaatan teknologi yang optimal. Polres Banjarmasin kini menggunakan analisis data prediktif untuk memetakan risiko kejahatan secara real-time. Teknologi ini membantu mengidentifikasi pola waktu dan lokasi kejahatan yang paling mungkin terjadi.
Sistem pelaporan cepat juga diintegrasikan agar petugas dapat merespons insiden Curanmor sesegera mungkin. Penggunaan teknologi ini merupakan upaya nyata dalam penurunan angka kriminalitas secara ilmiah dan terukur. Langkah ini menempatkan Banjarmasin selangkah di depan para pelaku kejahatan.
Kolaborasi Erat dengan Masyarakat dan Pemerintah Daerah
Keberhasilan Polres Banjarmasin dalam Penurunan Angka Kriminalitas 2026 sangat bergantung pada kolaborasi erat dengan seluruh stakeholder. Pemerintah daerah mendukung penuh melalui pengadaan fasilitas keamanan publik. Sementara itu, partisipasi aktif masyarakat melalui Siskamling adalah benteng pertahanan paling vital.
Masyarakat diajak untuk menjadi “mata dan telinga” kepolisian, segera melaporkan segala hal yang mencurigakan. Polres Banjarmasin terus memperkuat komunikasi dua arah. Upaya kolektif ini penting untuk mewujudkan target Zero Curanmor yang ambisius.