Banjarmasin dikenal sebagai “Kota Seribu Sungai”, di mana urat nadi kehidupan masyarakatnya tidak hanya berdenyut di daratan, tetapi juga di atas permukaan air. Sungai-sungai besar seperti Barito dan Martapura merupakan jalur transportasi dan ekonomi yang sangat vital, namun sekaligus menyimpan potensi gangguan keamanan yang spesifik. Menanggapi kondisi geografis tersebut, Polres Banjarmasin melalui satuan Polisi Perairan (Polair) menjalankan mandat yang sangat strategis dalam menjaga ketertiban umum. Fokus utama mereka adalah mengoptimalkan patroli air guna mengawasi mobilitas kapal, aktivitas pasar terapung, hingga pengamanan pemukiman pinggir sungai yang menjadi ciri khas kota ini.
Tantangan dalam pengawasan di perairan tentu berbeda jauh dengan pengamanan di darat. Arus sungai yang tidak menentu, pasang surut air, hingga luasnya area jangkauan memerlukan kesiapan personil dan armada yang mumpuni. Di Banjarmasin, polisi harus mampu bergerak lincah di sela-sela perahu motor (kelotok) dan kapal tongkang besar. Pengawasan ini bertujuan untuk mencegah praktik ilegal seperti pencurian di atas kapal, pengangkutan barang tanpa izin, hingga peredaran narkoba yang memanfaatkan jalur perairan yang sunyi. Dinamika tugas ini menuntut personil kepolisian untuk memiliki kemampuan navigasi yang handal serta pemahaman mendalam tentang kearifan lokal masyarakat sungai.
Selain penegakan hukum terhadap tindak kriminal, patroli ini juga berfungsi sebagai sarana pelayanan masyarakat. Petugas kepolisian seringkali menjadi pihak pertama yang memberikan pertolongan saat terjadi kecelakaan air atau kerusakan mesin pada perahu warga. Dalam menjalankan pengawasan, Polres Banjarmasin juga aktif melakukan sosialisasi mengenai keselamatan pelayaran, seperti penggunaan pelampung dan pembatasan muatan. Kesadaran akan keselamatan di air sangat krusial mengingat tingginya frekuensi penggunaan sungai sebagai sarana transportasi utama bagi pelajar dan pedagang setiap harinya.
Keberadaan jalur sungai yang terintegrasi dengan pemukiman membuat peran kepolisian menjadi sangat sentral dalam menjaga stabilitas sosial. Polisi air tidak hanya berpatroli dengan speed boat besar, tetapi juga mendekat ke dermaga-dermaga kecil untuk mendengar keluhan masyarakat pesisir. Strategi ini efektif dalam membangun hubungan emosional yang baik dengan warga, sehingga masyarakat tidak ragu untuk memberikan informasi jika melihat adanya aktivitas mencurigakan di sungai. Kepercayaan publik ini merupakan modal utama bagi Polres Banjarmasin dalam menciptakan lingkungan perairan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi lokal.