Peran polisi di era modern kini semakin berkembang, tidak hanya terbatas pada penegakan hukum tetapi juga masuk ke ranah pendidikan karakter dan sosial di tingkat desa. Di Banjarmasin, muncul sebuah inisiatif mulia yang dikenal sebagai gerakan sedekah ilmu, di mana para petugas Bhabinkamtibmas secara sukarela menjadi pengajar mengaji bagi anak-anak di wilayah tugasnya. Setelah selesai berpatroli memantau keamanan, para petugas ini melepas atribut dinasnya dan duduk bersama anak-anak di serambi masjid untuk mengajarkan huruf hijaiyah dan dasar-dasar akhlak islami. Langkah ini merupakan bentuk pendekatan persuasif yang sangat efektif untuk membangun kedekatan emosional antara polisi dengan generasi muda sejak usia dini di Kalimantan Selatan.
Kegiatan ini lahir dari keprihatinan petugas terhadap minimnya akses pendidikan agama di beberapa titik pelosok desa yang jauh dari pusat kota setiap harinya. Melalui program sedekah ilmu, kepolisian berupaya mengisi waktu luang anak-anak dengan kegiatan yang positif guna menghindarkan mereka dari pengaruh buruk pergaulan bebas atau penyalahgunaan gawai yang berlebihan. Anak-anak tampak sangat antusias belajar bersama “Paman Polisi” yang ramah dan penuh kesabaran dalam membimbing mereka mengeja setiap ayat dengan benar dan tepat. Hal ini secara otomatis mengubah persepsi masyarakat yang dulunya takut kepada polisi menjadi merasa nyaman dan menganggap polisi sebagai bagian dari keluarga besar komunitas desa mereka.
Keberadaan polisi sebagai pendidik juga menjadi sarana untuk menyisipkan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat sejak usia sekolah secara halus dan menyenangkan bagi anak-anak. Fokus pada sedekah ilmu memungkinkan petugas untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan cinta tanah air melalui cerita-cerita islami yang menyentuh hati para peserta didik kecil tersebut. Orang tua di desa merasa sangat terbantu dengan kehadiran petugas ini, karena selain merasa keamanan kampung terjaga, pendidikan moral anak-anak mereka pun ikut diperhatikan dengan baik. Sinergi antara fungsi kepolisian dan fungsi edukasi ini menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang sehat dan religius bagi calon pemimpin masa depan di wilayah Banjarmasin dan sekitarnya.